Sejarah

Posted on by

SMA N 55 berdiri pada tahun 1980 dengan nama SMA Negeri 8 ­filial. Gedung yang pertama ditempati adalah gedung SDN 17 Tebet Timur Dalam. Karena SMA N 55 adalah pengembangan dari SMA N 8 maka yang memimpin juga seorang guru senior dari SMA N 8 yaitu Bp. Udit Muljana (Sekarang beliau sudah pensiun dan tinggal di daerah Ciamis).

Pada tahun ajaran baru 1991, karena SMA N 55 sudah mendapatkan gedung sendiri di daerah Mampang Prapatan Maka SMA N 55 diperintahkan untuk pindah akan tetapi karena siswa/siswi pada waktu itu keberatan untuk pindah maka mereka diserahkan pada pimpinan yang lain yang kemudian berdiri menjadi SMA Negeri 79. Bapak Udit Muljana beserta staf tetap membawa nama SMA N 55 di daerah Mampang Prapatan (saat ini termasuk ke dalam wilayah kecamatan Pancoran) dan menerima pendaftaran siswa baru. Jumlah siswa baru pada waktu itu kurang lebih 528 orang (11 kelas).

Gedung baru yang ada ternyata belum lengkap fasilitasnya sehingga kegiatan belajar mengajar dialihkan ke Jln. KH. Ismail (saat ini gedung SMPN 238). Di gedung ini pun fasilitas belum lengkap sehingga akhirnya pindah lagi ke gedung yang kita tempati sekarang di Jln. Minyak Raya. Walaupun gedung yang kami pakai sekarang direncanakan untuk sekolah dasar, tetapi karena pada waktu itu di daerah Mampang belum ada maka SMA N 55 diizinkan untuk menempatinya.

Berkat kerja keras dan kerja sama antara pimpinan sekolah, staf, guru dan pengurus POMG/BP3 pada waktu itu, maka dengan kondisi seadanya SMA N 55 dapat menjalankan fungsinya sebagai Wiyata Mandala dengan lancar. Hingga akhirnya, pada tanggal 27 Maret 1982 SMA N 8 ­filial diubah namanya menjadi SMA N 55 sehingga tanggal tersebut dianggap sebagai tanggal kelahiran SMA N 55. Angkatan pertama dan angkatan kedua program penjurusannya adalah IPA, IPS, dan IPB yang dijuruskan di kelas 11 (kurikulum tahun 1974). Angkatan III hingga XIII program penjurusannya adalah A 1 (Fisika), A 2 (Biologi), A 3 (Sosial) dan A 4 (Bahasa). Angkatan ke 14 hingga siswa baru menggunakan kurikulum 1994 dengan program IPA, IPS, Bahasa yang dijuruskan di kelas 3.

Waktu menggunakan kurikulum 2004 membuka jurusan IPA dan IPS. Dijuruskan pada waktu naik kelas XI. Untuk penerimaan siswa baru sekarang menggunakan kurikulum 2013 yang sudah dimulai tahun pelajaran 2013/2014 dengan jurusan yang dibuka MIA dan IIS dengan dijuruskan pada waktu siswa masuk kelas X semester ganjil. Jumlah kelas semua tahun pelajaran 2015/2016 adalah 23 kelas terdiri dari kelas XII MIA ; 3 kelas, XII IIS ; 4 kelas, XI MIA; 4 kelas, kelas IIS ; 4 kelas, untuk kelas X MIA ; 4 kelas, kelas IIS ; 4 kelas.

Hingga kini SMA N 55 telah beberapa kali mengalami pergantian kepemimpinan yaitu :

  1. BP. Udit Muljana (1981-1989)
  2. Bp. Idiris Djajamadja (1989-1992)
  3. Bp. Drs. Achmadi (1992 -1992)
  4. Bp. Drs. Subarjo (1992 -1996)
  5. Bp. Muhud. Ali Amri (1996 -1998)
  6. Drs. H.Iwa miswari (1998 – 2001)
  7. Drs. Heruku Subagio (2001-2003)
  8. Drs. Sahat Situmurang (2003- 2008)
  9. Dra. Mulyani Sudjono (2008 -.2011)
  10. Dra. Arlina (2011-2013 )
  11. Dr.H.T.Rusman Nulhakim, MM, M.Pd (2013 -2014)
  12. Drs.Marihot Malau (maret 2014 s.d. 19 Desember 2014 )
  13. Drs. Kartono, MM.Pd. (19 Desember 2014 s.d. sekarang )

Guru Karyawan SMA N 55 Jakarta sekarang telah menjadi 70 orang termasuk pimpinan, staf, guru tetap, guru honorer, karyawan tetap dan karyawan honorer. Banyak alumni yang sukses meraih masa depan sebagi Guru, dosen, ABRI, Polri, pegawai negeri, Dokter, Diplomat, DPRD, DPR, Pengusaha, Artis, dsb.

Kesuksesan para alumni tersebut hendaknya dicontoh dan diikuti oleh setiap siswa SMA N 55 demi kemajuan bangsa dan negara. Demikianlah sekilas sejarah SMAN 55 Jakarta yang diukir oleh seluruh unsur sekolah dan dihiasi dengan kesuksesan siswa/siswinya. Ukiran sejarah itu akan semakin indah dan anggun apabila setiap siswa SMA N 55 Jakarta dapat mempersembahkan kesuksesan berguna untuk orang lain, bangsa, negara serta dapat menjaga nama baik sekolah, almamater tercinta SMA N 55 Jakarta.